Ekonomi Kreatif
Peluang Ekonomi Kreatif di Desa Hutan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Sabtu, 31 Oktober 2009 18:24

Mencermati 14 bidang unggulan industri kreatif Indonesia, salah satu peluang bidang yang sudah jelas banyak digeluti komunitas desa hutan adalah kerajinan berbahan baku alam. Terdapat banyak sekali potensi industri kreatif kerajinan berbahan baku alam ini di desa hutan. Bahkan, sebagian besar peluangnya justru terabaikan dan terbuang begitu saja.  Padahal, dengan sedikit “sentuhan” kreativitas, semua hal yang tampak tidak bernilai tersebut dapat dikonversi menjadi sumber ekonomi baru yang dapat menjadi usaha andalan komunitas desa hutan.

Terkadang, sesuatu yang selalu kita lihat setiap saat justru selalu luput dari perhatian kita.  Kita tidak pernah serius memperhatikan potensi apa yang ada di sekitar desa hutan. Jika kita meluangkan waktu sejenak saja untuk mengamati dengan serius apa yang ”dimiliki” desa hutan, saya berani memastikan kita akan terkejut dan menemukan ”harta karun” yang terpendam.  Pasalnya, desa hutan memiliki sumberdaya tersembunyi yang berlimpah ruah. Tidak saja aksesibilitas terhadap lahan, beragam komoditas dan potensi sumberdaya manusia, namun juga peluang untuk pengembangan ekonomi kreatif, terbuka sangat lebar.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 31 Oktober 2009 19:19
Selanjutnya...
 
Selamat Datang, Ekonomi Kreatif di Desa Hutan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Sabtu, 31 Oktober 2009 18:14

Meski sudah berumur 2 bulanan, Instruksi Presiden RI No. 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, tampaknya belum banyak dilaksanakan oleh banyak kementrian dan departemen yang terkait didalamnya.  Adalah wajar, mengingat masa itu merupakan masa transisi pergantian jajaran kabinet SBY jilid II.  Namun demikian, agar tidak lantas terlupakan karena kesibukan, maka perlu kiranya hal ini digaungkan kembali dan gairahnya digelorakan kembali.

 

INPRES ini dimaksudkan untuk “Mendukung kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif tahun 2009-2015, yakni pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan sasaran, arah, dan strategi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Instruksi Presiden ini”.  Jauh-jauh hari sebelumnya, Presiden SBY memang secara khusus telah mengajak kaum perempuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif, pada peringatan Hari Ibu ke 80 di Tahun 2008 lalu.

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 01 November 2009 04:28
Selanjutnya...
 
Desa Hutan perlu fokus pada Ekonomi kreatif PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Rabu, 28 Oktober 2009 07:15

Mari E Pangestu, menyebutkan bahwa peluang dari tahun ekonomi kreatif yang akan muncul tahun 2009 ini sangat banyak. Sebanyak 5,4 juta (5,9 persen) dari penyerapan tenaga kerja, sebesar 6,3 persennya dari produk domestik bruto (PDB). Menurutnya, terutama untuk pasar dalam negeri sangat besar kontribusinya karena dilakukan oleh pelaku ekonomi kreatif di dalam negeri. Sumbernya, bahan bakunya, dan segala macam yang digunakan, sebagian besar dari dalam negeri.

Menurut Mari, pasar dalam negeri mempunyai tenaga kerja yang sangat besar, yakni sebesar 65 juta orang. Dari jumlah tersebut adalah anak-anak di bawah 15 tahun, sementara anak muda di bawah usia 29 tahun ada 165 juta. Ekonomi kreatif, tambahnya, banyak digerakkan oleh anak muda, dan pasarnya anak muda. Potensinya luar biasa. Nilai perekonomian dari sumbangan ekonomi kreatif Rp 100 triliun di 2006. Kalau diperkirakan pertumbuhannya enam persen, hitung Mari, berarti Rp 112 triliun pada saat ini pertumbuhannya mengikuti ekonomi. Kita harapkan bisa lebih tinggi dari perekonomian nasional karena semuanya dari dalam negeri pasarnya.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 29 Oktober 2009 00:18
Selanjutnya...
 


Comment

Peluang Usaha

_______________________________ Keranjang Anyaman Plastik

Kelompok Perempuan Desa Hutan Kab. Ngawi, memproduksi lebih dari 10.000 buah keranjang anyaman plastik per bulan. Kualitas yang terjaga, kontinuitas pasokan yang stabil, dan harga yang sangat kompetitif, menjadi alasan utama untuk menjadi bagian dari distributor produknya.

Saat ini, produk tersebut tersebar ke hampir seluruh kota besar di Jawa dan Sumatra. Selain itu, beberapa kelompok secara khusus memproduksi kualitas ekspor.

Anda tertarik? Hub. 081578587008

_______________________________ Kertas Pelepah Pisang

Kertas Pelepah Pisang produksi Desa Hutan, kualitas ekspor tanpa zat kimia, menggunakan pewarna alami, bercorak nature. Kuantitas 10.000 lembar per bulan dengan kontinuitas pasokan stabil.

Tersedia pula produk hasil olahan pelepah pisang, tambang, aneka kerajinan, kotak hadiah, dompet, tas, dll.

Kursus dan Pelatihan pembuatan kertas pelepah pisang, dalam bentuk paket langsung produksi.

Hubungi : 081578587008

_______________________________