Kembangkan Industri Kreatif, Depdag Bentuk Unit Khusus PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh epi/dnl - detik finance   
Rabu, 18 November 2009 08:45

Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan restrukturisasi untuk lebih mengikuti perkembangan fungsi dan tugasnya
termasuk dalam pengembangan ekonomi kreatif.

"Kita sudah merombak, dimana ada unit-unit yg bertugas untuk mengembangkan ekonomi kreatif baik jasa dan produknya," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Alun-alun Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (17/11/2009).

Selain itu, Mari juga akan memilih beberapa pilot project untuk mengembangkan ekonomi kreatif seperti animasi dan fashion. "Karena kita lihat untuk fashion pasar dalam negerinya besar, apalagi kalau bisa berkembang hingga ke luar," ungkapnya.

Mari menambahkan, saat ini fashion menjadi kontributor terbesar dalam industri kreatif. Kontribusinya yaitu mencapai 20 hingga 30  persen.

Pemerintah juga telah menyusun cetak biru pengembangan ekonomi kreatif Indonesia hingga tahun 2025, yang disusun berdasarkan pada tren positif dari kontribusi rata-rata PDB industri kreatif selama tahun 2002-2006 sebesar Rp 104 triliun atau 6,3 persen dari nilai PDB nasional.

Dalam kajian yang dilakukan Depdag bersama tim studi, para pelaku usaha dan pemerintah terkait, kontribusi ekonomi kreatif terhadap pembangunan terus menunjukan kenaikan.

Pada tahun 2002-2008, dengan menambahkan kontribusi kreatif di sektor industri pengolahan, khususnya industri kecil dan rumah tangga, kontribusi rata-rata PDM mencapai Rp 139,8 triliun atau 7,8 persen dari total PDB nasional.

Dalam cetak biru industri kreatif 2009-2005, pemerintah menargetkan kontribusi terhadap PDB naik menjadi 9-11 persen dan penyerapan tenaga 8-11 persen di tahun 2025.

Pada tahun 2025 tersebut, jumlah pelaku usaha yang bergerak di sektor industri kreatif ditargetkan meningkat menjadi 7,7 juta perushaan atau naik tiga kali lipat dari posisi 2006.

(epi/dnl)

Sumber : DeikFinance.Com

 

Comment

Peluang Usaha

_______________________________ Keranjang Anyaman Plastik

Kelompok Perempuan Desa Hutan Kab. Ngawi, memproduksi lebih dari 10.000 buah keranjang anyaman plastik per bulan. Kualitas yang terjaga, kontinuitas pasokan yang stabil, dan harga yang sangat kompetitif, menjadi alasan utama untuk menjadi bagian dari distributor produknya.

Saat ini, produk tersebut tersebar ke hampir seluruh kota besar di Jawa dan Sumatra. Selain itu, beberapa kelompok secara khusus memproduksi kualitas ekspor.

Anda tertarik? Hub. 081578587008

_______________________________ Kertas Pelepah Pisang

Kertas Pelepah Pisang produksi Desa Hutan, kualitas ekspor tanpa zat kimia, menggunakan pewarna alami, bercorak nature. Kuantitas 10.000 lembar per bulan dengan kontinuitas pasokan stabil.

Tersedia pula produk hasil olahan pelepah pisang, tambang, aneka kerajinan, kotak hadiah, dompet, tas, dll.

Kursus dan Pelatihan pembuatan kertas pelepah pisang, dalam bentuk paket langsung produksi.

Hubungi : 081578587008

_______________________________