Melambungkan Devisa Melalui Ekowisata PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh APIndonesia (net/red)   
Sabtu, 14 November 2009 09:19

Jakarta,(APIndonesia.Com). Ekowisata telah berkembang sebagai salah satu industri pariwisata yang potensial untuk meningkatkan penerimaan devisa negara, terutama pada dasawarsa terakhir ini. Hampir 10% jumlah pekerja di dunia, bekerja di sektor pariwisata dan tidak kurang dari 11% Groos Domestic Product (GDP) seluruh dunia berasal dari sektor ini.

Di Indonesia, ekowisata telah menyumbangkan devisa sebesar Rp. 80 triliun pada tahun 2008 dengan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 6,5 juta orang. Penerimaan tersebut meningkat 33% dari tahun 2007 (Rp.60 triliun), dimana jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke indonesia sebesar 5 juta orang.

Indonesia memiliki potensi keindahan dan ke?kayaan alam yang bernilai tinggi da?lam pasar industri wisata alam, khususnya ekowisata. Sebagai bentuk wisata yang sedang trend, ekowisata mempunyai kekhususan tersendiri yaitu mengedepankan konservasi lingkungan, pendidikan lingkungan, kesejahteraan penduduk lokal dan menghargai budaya lokal.

Taman nasional sebagai kawasan pelestarian alam yang memiliki potensi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya yang melimpah menjadi salah satu bagian pengembangan ekowisata. Taman nasional yang menawarkan wisata ekologis banyak diminati wisatawan, hal ini karena adanya pergeseran paradigma kepariwisataan internasional dari bentuk pariwisata masal (mass tourism) ke wisata minat khusus yaitu ekowisata.

Pertumbuhan ekowisata yang diduga lebih pesat dari wisata lainnya, terutama selama beberapa tahun terakhir ini membuat promosi ekowisata menjadi penting,  karena negara yang tidak mempromosikan atraksi alamnya kemungkinan besar akan kehilangan kesempatan dalam pasar ekowisata yang terus tumbuh.

Indonesia mempunyai 530 unit Kawasan Konservasi yang terdiri dari 245 unit Cagar Alam, 77 unit Suaka Margasatwa, 50 unit Taman Nasional, 123 unit Taman Wisata Alam, 21 unit Taman Hutan Raya dan 14 unit Taman Buru.

Berdasarkan laporan World Travel Tourism Council (WTTC) tahun 2000, pertumbuhan  rata-rata ekowisata sebesar 10% per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan rata-rata per tahun untuk pariwisata pada umumnya yaitu sebesar 4,6% per tahun. (net/red)

sumber : APIndonesia.com

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 November 2009 09:57
 

Comment

Peluang Usaha

_______________________________ Keranjang Anyaman Plastik

Kelompok Perempuan Desa Hutan Kab. Ngawi, memproduksi lebih dari 10.000 buah keranjang anyaman plastik per bulan. Kualitas yang terjaga, kontinuitas pasokan yang stabil, dan harga yang sangat kompetitif, menjadi alasan utama untuk menjadi bagian dari distributor produknya.

Saat ini, produk tersebut tersebar ke hampir seluruh kota besar di Jawa dan Sumatra. Selain itu, beberapa kelompok secara khusus memproduksi kualitas ekspor.

Anda tertarik? Hub. 081578587008

_______________________________ Kertas Pelepah Pisang

Kertas Pelepah Pisang produksi Desa Hutan, kualitas ekspor tanpa zat kimia, menggunakan pewarna alami, bercorak nature. Kuantitas 10.000 lembar per bulan dengan kontinuitas pasokan stabil.

Tersedia pula produk hasil olahan pelepah pisang, tambang, aneka kerajinan, kotak hadiah, dompet, tas, dll.

Kursus dan Pelatihan pembuatan kertas pelepah pisang, dalam bentuk paket langsung produksi.

Hubungi : 081578587008

_______________________________