Desa Hutan memiliki potensi LUAR BIASA untuk tampil menjadi bagian dari solusi bagi negeri. Mewujudkan Desa Hutan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru, merupakan visi dan tekad kami.
Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Hutan
Selamat Datang, Ekonomi Kreatif di Desa Hutan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Sabtu, 31 Oktober 2009 18:14

Meski sudah berumur 2 bulanan, Instruksi Presiden RI No. 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, tampaknya belum banyak dilaksanakan oleh banyak kementrian dan departemen yang terkait didalamnya.  Adalah wajar, mengingat masa itu merupakan masa transisi pergantian jajaran kabinet SBY jilid II.  Namun demikian, agar tidak lantas terlupakan karena kesibukan, maka perlu kiranya hal ini digaungkan kembali dan gairahnya digelorakan kembali.

 

INPRES ini dimaksudkan untuk “Mendukung kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif tahun 2009-2015, yakni pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan sasaran, arah, dan strategi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Instruksi Presiden ini”.  Jauh-jauh hari sebelumnya, Presiden SBY memang secara khusus telah mengajak kaum perempuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif, pada peringatan Hari Ibu ke 80 di Tahun 2008 lalu.

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 01 November 2009 04:28
Selanjutnya...
 
Peluang Ekonomi Kreatif di Desa Hutan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Sabtu, 31 Oktober 2009 18:24

Mencermati 14 bidang unggulan industri kreatif Indonesia, salah satu peluang bidang yang sudah jelas banyak digeluti komunitas desa hutan adalah kerajinan berbahan baku alam. Terdapat banyak sekali potensi industri kreatif kerajinan berbahan baku alam ini di desa hutan. Bahkan, sebagian besar peluangnya justru terabaikan dan terbuang begitu saja.  Padahal, dengan sedikit “sentuhan” kreativitas, semua hal yang tampak tidak bernilai tersebut dapat dikonversi menjadi sumber ekonomi baru yang dapat menjadi usaha andalan komunitas desa hutan.

Terkadang, sesuatu yang selalu kita lihat setiap saat justru selalu luput dari perhatian kita.  Kita tidak pernah serius memperhatikan potensi apa yang ada di sekitar desa hutan. Jika kita meluangkan waktu sejenak saja untuk mengamati dengan serius apa yang ”dimiliki” desa hutan, saya berani memastikan kita akan terkejut dan menemukan ”harta karun” yang terpendam.  Pasalnya, desa hutan memiliki sumberdaya tersembunyi yang berlimpah ruah. Tidak saja aksesibilitas terhadap lahan, beragam komoditas dan potensi sumberdaya manusia, namun juga peluang untuk pengembangan ekonomi kreatif, terbuka sangat lebar.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 31 Oktober 2009 19:19
Selanjutnya...
 
Insentif Pajak Untuk Industri Kreatif PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh pajak.go.id   
Sabtu, 31 Oktober 2009 17:48

Gaung pengembangan ekonomi atau industri kreatif semakin intensif terus bergulir. Beberapa waktu lalu, digelar ajang pameran industri kreatif. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka ajang pameran tersebut. Ini setidaknya menyiratkan perhatian pemerintah yang serius terhadap pengembangan industri kreatif. Selama ini sudah banyak janji dilontarkan aparat pemerintah untuk mendorong pengembangan industri kreatif. Sebenarnya, yang dibutuhkan para pelaku industri kreatif adalah dukungan di tingkat kebijakan yang memberikan ruang gerak lebih luas bagi mereka untuk berkreasi seluas-luasnya.

Seolah gayung bersambut, kabarnya pemerintah telah merampungkan Instruksi Presiden (Inpres) sebagai payung hukum departemen dan instansi terkait mendukung pengembangan cetak biru sektor industri kreatif tahun 2009-2025. Inpres itu mencakup kerja sama program aksi dan pembiayaan.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pemerintah memiliki komitmen besar mengembangkan industri kreatif. Inpres itu merupakan payung hukum bagi program aksi departemen, pemerintah provinsi, dan instansi menyangkut pengembangan industri kreatif secara berkesinambungan.

Selanjutnya...
 
Selintas Desa Hutan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Selasa, 27 Oktober 2009 16:43

Desa hutan, begitu mereka menyebut desa-desa yang berada di tepian hutan. Sebenarnya, desa itu sama saja seperti desa-desa yang lainnya, kecuali secara geografis letaknya berbatasan dengan hutan, atau bahkan berada di dalam hutan.

Desa hutan didefinisikan sebagai wilayah desa yang secara geografis dan administratif berbatasan dengan kawasan hutan atau di sekitar kawasan hutan. Sebagian besar desa hutan memiliki ciri-ciri, aksesibilitas yang terbatas hampir di semua dimensi, baik aksesibilitas terhadap informasi, pendidikan, teknologi, permodalan, pasar, dan sumberdaya lainnya, pembangunannya tertinggal, letaknya berada di sepanjang batas hutan, relatif lebih jauh dari pusat pemerintahan, pusat pendidikan dan pusat pertumbuhan ekonomi, serta bercirikan areal pertanian tadah hujan.

Kondisi umum masyarakatnya memiliki tingkat kesejahteraan yang relatif rendah, rata-rata pendapatan perkapita rendah, berpendidikan rendah sehingga memiliki tingkat kualitas sumberdaya manusia relatif rendah pula, dan mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah petani subsisten (berusaha tani hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bukan atas pertimbangan pengembangan bisnis) dan buruh tani.

Ciri umum lainnya adalah daya dukung infrastruktur yang terbatas. Jalan sebagai salah satu urat nadi perekonomian, berada dalam kondisi yang tidak memadai, beberapa diantaranya tidak layak untuk digunakan. Kondisi demikian membuat sebagian besar desa hutan berada dalam keterisoliran dalam arti yang lebih luas.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 29 Oktober 2009 00:09
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 4 dari 7

Login Form



Statistics

Jumlah Kunjungan Konten : 148288

Who's Online

Kami memiliki 5 Tamu online

Comment

Peluang Usaha

_______________________________ Keranjang Anyaman Plastik

Kelompok Perempuan Desa Hutan Kab. Ngawi, memproduksi lebih dari 10.000 buah keranjang anyaman plastik per bulan. Kualitas yang terjaga, kontinuitas pasokan yang stabil, dan harga yang sangat kompetitif, menjadi alasan utama untuk menjadi bagian dari distributor produknya.

Saat ini, produk tersebut tersebar ke hampir seluruh kota besar di Jawa dan Sumatra. Selain itu, beberapa kelompok secara khusus memproduksi kualitas ekspor.

Anda tertarik? Hub. 081578587008

_______________________________ Kertas Pelepah Pisang

Kertas Pelepah Pisang produksi Desa Hutan, kualitas ekspor tanpa zat kimia, menggunakan pewarna alami, bercorak nature. Kuantitas 10.000 lembar per bulan dengan kontinuitas pasokan stabil.

Tersedia pula produk hasil olahan pelepah pisang, tambang, aneka kerajinan, kotak hadiah, dompet, tas, dll.

Kursus dan Pelatihan pembuatan kertas pelepah pisang, dalam bentuk paket langsung produksi.

Hubungi : 081578587008

_______________________________